Oleh: hmpsekis | Januari 13, 2009

PROSPEK EKONOMI SYARIAH SEBAGAI SISTEM ALTERNATIF DI INDONESIA

Oleh : Siti Solekha
(Mahasiswa Ekonomi Islam STAIN Pekalongan semester 4)

Gejolak moneter yang melanda Indonesia sejak pertengahan tahun 1997 telah berdampak pada krisis total, karena krisis tersebut merupakan krisis ekonomi, financial, politik dan sosial sekaligus. Krisis moneter yang berawal dari krisis nilai tukar rupiah itu diperparah dengan kebijakan moneter yang kontraktif, salah satunya adalah dengan naiknya suku bunga pinjaman. Tingginya suku bunga di bank-bank konvensional menimbulkan terjadinya kredit macet sehingga bank mengalami negative spread yang cukup besar. Adanya negative spread yang banyak ditanggung oleh bank-bank konvensional, menyebabkan banyak bank konvensional dilikuidasi.
Saat bank-bank konvensional gulung tikar, bank syariah tampil ditengah krisis moneter sebagai lembaga keuangan alternatif. Memang, pembiayaan macet karena krisis ekonomi juga dapat dialami bank syariah. Akan tetapi bank syariah tidak mengalami negative spread, karena negative spread pada bank syariah hanya akan dialami apabila bagi hasil yang diperoleh lebih kecil daripada biaya operasional bank. Kenyataan ini membuktikan bahwa bank syariah mempunyai resistensi yang tangguh pada ketidakpastisan pasar. Dengan resistensi tersebut, bank syariah telah membuktikan bahwa bank syariah memiliki prospek yang menjanjikan sebagai sistem perekonomian alternatif bagi perekonomian Indonesia.
Krisis moneter yang dialami bangsa Indonesia tidak lantas menyebabkan perekonomian mengalami stagnansi yang berkepanjangan. Ini dibuktikan dengan adanya angka pertumbuhan ekonomi nasional 2007 yang mencapai 6,3 persen serta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tumbuh 52 persen sehingga menjadikan bursa kita memiliki kinerja terbaik kedua di Asia tahun 2007.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mulai membaik pada tahun 2007 tersebut, tidak menjadikan sektor riil mengalami pertumbuhan yang signifikan. Akibatnya pengangguran dan kemiskinan masih menjadi persoalan utama dalam perekonomian kita. Salah satu alternatif kebijakan ekonomi adalah penguatan peran intermediasi perbankan nasional dalam pembiayaan dan investasi sektor riil dengan memperkuat posisi lembaga keuangan syariah dan instrument pembiayaan yang ada. Di sinilah celah prospek bank syariah, karena bank syariah memiliki potensi dalam mendukung pengembangan sektor riil terutama Usaha Kecil Menengah. Salah satunya tampak dari BPRS dan BMT yang berperan sebagai partner sekaligus menjadi jaringan kerja dari bank syariah dengan pengusaha kecil dan koperasi sebagai nasabahnya. Pada akhirnya banyak bank konvensional mengkonversikan dirinya menjadi bank syariah dengan alasan bank syariah memiliki prospek positif di negara yang memiliki tipe perekonomian sekuler seperti Indonesia ini.
Prospek cerah yang ditunjukkan lembaga keuangan syariah tersebut didukung oleh beberapa faktor sebagai berikut :
Pertama, adanya kegagalan dari sistem kapitalis-sosialis yang telah menimbulkan krisis di berbagai negara. Sistem kapitalisme tersebut telah membawa cacat sejak awal dan bersifat self-destructiv, sehingga perekonomian suatu negara yang menganut sistem tersebut mengalami krisis moneter. Krisis moneter ini merambat pada krisis sosial yang akhirnya menyebabkan kerusakan dimana-mana. Untuk mengganti sistem ekonomi yang telah rusak, perlu dipikirkan sistem apa yang cocok bagi perekonomian di Indonesia. Disinilah Islam tepatnya sistem ekonomi syariah memiliki prospek yang cerah.
Kedua, tumbuhnya institusi keuangan di berbagai negara. Contohnya adalah di Indonesia sendiri BMI sudah berdiri sejak tahun 1992. Berdirinya BMI diikuti dengan munculnya lembaga keuangan syariah lainnya seperti BNI Syariah, Bank Mega Syariah dan sejenisnya. Apalagi setelah diterbitkannya UU No. 10 tahun 1998 yang menyebutkan bahwa bank syariah sebagai salah satu bank yang boleh berdiri di Indonesia.
Ketiga, tumbuhnya lembaga-lembaga pendidikan dan wacana ekonomi Islam. Faktor ini ditandai dengan bermunculannya lembaga pendidikan yang membuka program studi dan jurusan ekonomi syariah. Wacana tentang ekonomi Islam juga makin marak di media cetak maupun media elektronik.
Keempat, meningkatnya kesadaran masyarakat Indonesia akan adanya wacana tentang ekonomi syariah. Tanpa adanya kesadaran ini ekonomi syariah akan mengalami stagnansi bahkan tertolak dari masyarakat Indonesia.
Keempat faktor pendukung perekonomian syariah tersebut menstimulasi para investor untuk berlomba-lomba mendirikan lembaga keuangan syariah. Adapun sejumlah alasan para investor melirik sistem syariah karena hal-hal berikut : mayoritas penduduk Indonesia adalah pemeluk agama Islam, hal ini memungkinkan banyak masyarakat yang berpindah prinsip dari konvensional ke prinsip syariah untuk mendapatkan transaksi yang lebih aman, dan halal. Pernyataan ini didukung oleh survei yang dilakukan oleh BNI Syariah pada tahun 2005 bawa 51% masyarakat Indonesia menolak dengan adanya sistem bunga.
Selain bank syariah, sektor perekonomian lain yang mengalami perkembangan adalah asuransi syariah. Asuransi syariah pada intinya memiliki prinsip kejelasan dana, tidak mengandung judi dan bunga. Inilah prinsip yang dirindukan oleh masyarakat yang menginginkan asuransi yang aman dan halal.
Kesimpulannya, sejak terjadi krisis ekonomi di Indonesia, bank syariah mampu bertahan bahkan mampu bersaing dengan bank konvensional lain. Sejak saat itu bank syariah memperlihatkan prospek yang cerah di dunia perekonomian Indonesia. Hal ini didukung oleh beberapa faktor antara lain kegagalan sistem ekonomi kapitalis, tumbuhnya institusi keuangan di berbagai negara, tumbuhnya lembaga pendidikan dan wacana ekonomi syariah, dan meningkatnya kesadaran masyarakat tentang adanya sistem ekonomi syariah. Modal utama prospek ekonomi syariah yaitu mayoritas penduduk Indonesia memeluk agama Islam.

Referensi :
Zainul Arifin, Memahami Bank Syariah Lingkup, Peluang, Tantangan, dan Prospek, Jakarta : Alvabet, 2000.

http://www.pesantrenvirtual.com

http://kspei.multiply.com

About these ads

Responses

  1. asalamulaikum saya sangat bangga ada mhsw yang mau menulis artikel ekonomi syariah, teruskan artikel2mu yg bernafaskan ekonomi syariah, LKS maupun akuntansi syariah…tapi saya usul sedikit…ekonomi islam bukan alternatif tetapi KEWAJIBAN untuk menegakannya.

    Islam sebagai suatu sistem hidup yang berdampak kepada keadailan dalam kehidupan dan keselamatan di akhirat kelak sudah jelas diperintahkan dalam al quran…banyak ayat yg memerintahkan untuk berekonomi, akuntansi, dll, bahkan Nabi sendiri telah mengaktualisasikan dalam kehidupan, jazakallah terus bangkitkan ekonomi Syariah sebagai suatu kewajiban

    salam agus selamet


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: